Tuesday, February 24, 2015

Jual Grosir Ecer Harga Termurah | :: Jawaban Elegan dari Tukang Bakso :: Di suatu senja sepulang kantor, saya masih berkesempatan untuk ngurus tanaman di depan rumah, sambil memperhatikan beberapa anak asuh yang sedang belajar menggambar peta, juga mewarnai. Hujan rintik rintik selalu menyertai di setiap sore di musim hujan ini. Di kala tangan sedikit berlumuran tanah kotor,...terdengar suara tek...tekk.. .tek...suara tukang bakso dorong lewat. Sambil menyeka keringat..., ku hentikan tukang bakso itu dan memesan beberapa mangkok bakso setelah menanyakan anak - anak, siapa yang mau bakso ? \"Mauuuuuuuuu. ...\", secara serempak dan kompak anak - anak asuhku menjawab. Selesai makan bakso, lalu saya membayarnya. ... Ada satu hal yang menggelitik fikiranku selama ini ketika saya membayarnya, si tukang bakso memisahkan uang yang diterimanya. Yang satu disimpan dilaci, yang satu ke dompet, yang lainnya ke kaleng bekas kue semacam kencleng. Lalu aku bertanya atas rasa penasaranku selama ini. \"Mang kalau boleh tahu, kenapa uang - uang itu Mamang pisahkan? Barangkali ada tujuan ?\" \"Iya pak, Mmang sudah memisahkan uang ini selama jadi tukang bakso yang sudah berlangsung hampir 17 tahun. Tujuannya sederhana saja, Mamang hanya ingin memisahkan mana yang menjadi hak Mamang, mana yang menjadi hak orang lain/ tempat ibadah, dan mana yang menjadi hak cita-cita penyempurnaan iman \". \"Maksudnya..?\", saya melanjutkan bertanya. \"Iya Pak, kan agama dan Tuhan menganjurkan kita agar bisa berbagi dengan sesama. Emang membagi 3, dengan pembagian sebagai berikut : 1. Uang yang masuk ke dompet, artinya untuk memenuhi keperluan hidup sehari - hari Emang dan keluarga. 2. Uang yang masuk ke laci, artinya untuk infaq/sedekah, atau untuk melaksanakan ibadah Qurban. Dan alhamdulillah selama 17 tahun menjadi tukang bakso, Emang selalu ikut qurban seekor kambing, meskipun kambingnya yang ukuran sedang saja. 3. Uang yang masuk ke kencleng, karena emang ingin menyempurnakan agama yang Emang pegang yaitu Islam. Islam mewajibkan kepada umatnya yang mampu, untuk melaksanakan ibadah haji. Ibadah haji ini tentu butuh biaya yang besar. Maka Mamang berdiskusi dengan istri dan istri menyetujui bahwa di setiap penghasilan harian hasil jualan bakso ini, Mamang harus menyisihkan sebagian penghasilan sebagai tabungan haji. Dan insya Allah selama 17 tahun menabung, sekitar 2 tahun lagi Mamang dan istri akan melaksanakan ibadah haji. Hatiku sangat, sangat tersentuh mendengar jawaban itu. Sungguh sebuah jawaban sederhana yang sangat mulia. Bahkan mungkin kita yang memiliki nasib sedikit lebih baik dari si emang tukang bakso tersebut, belum tentu memiliki fikiran dan rencana indah dalam hidup seperti itu. Dan seringkali berlindung di balik tidak mampu atau belum ada rejeki. Terus saya melanjutkan sedikit pertanyaan, sebagai berikut : \"Iya memang bagus...,tapi kan ibadah haji itu hanya diwajibkan bagi yang mampu, termasuk memiliki kemampuan dalam biaya....\". Ia menjawab, \" Itulah sebabnya Pak. Mamang justru malu kalau bicara soal mampu atau tidak mampu ini. Karena definisi mampu bukan hak Pak RT atau Pak RW, bukan hak Pak Camat ataupun MUI. Definisi \"mampu\" adalah sebuah definisi dimana kita diberi kebebasan untuk mendefinisikannya sendiri. Kalau kita mendefinisikan diri sendiri sebagai orang tidak mampu, maka mungkin selamanya kita akan menjadi manusia tidak mampu. Sebaliknya kalau kita mendefinisikan diri sendiri, \"mampu\", maka Insya Allah dengan segala kekuasaan dan kewenangannya Allah akan memberi kemampuan pada kita\". \"Masya Allah..., sebuah jawaban elegan dari seorang tukang bakso\".



:: Jawaban Elegan dari Tukang Bakso :: Di suatu senja sepulang kantor, saya masih berkesempatan untuk ngurus tanaman di depan rumah, sambil memperhatikan beberapa anak asuh yang sedang belajar menggambar peta, juga mewarnai. Hujan rintik rintik selalu menyertai di setiap sore di musim hujan ini. Di kala tangan sedikit berlumuran tanah kotor,...terdengar suara tek...tekk.. .tek...suara tukang bakso dorong lewat. Sambil menyeka keringat..., ku hentikan tukang bakso itu dan memesan beberapa mangkok bakso setelah menanyakan anak - anak, siapa yang mau bakso ? \"Mauuuuuuuuu. ...\", secara serempak dan kompak anak - anak asuhku menjawab. Selesai makan bakso, lalu saya membayarnya. ... Ada satu hal yang menggelitik fikiranku selama ini ketika saya membayarnya, si tukang bakso memisahkan uang yang diterimanya. Yang satu disimpan dilaci, yang satu ke dompet, yang lainnya ke kaleng bekas kue semacam kencleng. Lalu aku bertanya atas rasa penasaranku selama ini. \"Mang kalau boleh tahu, kenapa uang - uang itu Mamang pisahkan? Barangkali ada tujuan ?\" \"Iya pak, Mmang sudah memisahkan uang ini selama jadi tukang bakso yang sudah berlangsung hampir 17 tahun. Tujuannya sederhana saja, Mamang hanya ingin memisahkan mana yang menjadi hak Mamang, mana yang menjadi hak orang lain/ tempat ibadah, dan mana yang menjadi hak cita-cita penyempurnaan iman \". \"Maksudnya..?\", saya melanjutkan bertanya. \"Iya Pak, kan agama dan Tuhan menganjurkan kita agar bisa berbagi dengan sesama. Emang membagi 3, dengan pembagian sebagai berikut : 1. Uang yang masuk ke dompet, artinya untuk memenuhi keperluan hidup sehari - hari Emang dan keluarga. 2. Uang yang masuk ke laci, artinya untuk infaq/sedekah, atau untuk melaksanakan ibadah Qurban. Dan alhamdulillah selama 17 tahun menjadi tukang bakso, Emang selalu ikut qurban seekor kambing, meskipun kambingnya yang ukuran sedang saja. 3. Uang yang masuk ke kencleng, karena emang ingin menyempurnakan agama yang Emang pegang yaitu Islam. Islam mewajibkan kepada umatnya yang mampu, untuk melaksanakan ibadah haji. Ibadah haji ini tentu butuh biaya yang besar. Maka Mamang berdiskusi dengan istri dan istri menyetujui bahwa di setiap penghasilan harian hasil jualan bakso ini, Mamang harus menyisihkan sebagian penghasilan sebagai tabungan haji. Dan insya Allah selama 17 tahun menabung, sekitar 2 tahun lagi Mamang dan istri akan melaksanakan ibadah haji. Hatiku sangat, sangat tersentuh mendengar jawaban itu. Sungguh sebuah jawaban sederhana yang sangat mulia. Bahkan mungkin kita yang memiliki nasib sedikit lebih baik dari si emang tukang bakso tersebut, belum tentu memiliki fikiran dan rencana indah dalam hidup seperti itu. Dan seringkali berlindung di balik tidak mampu atau belum ada rejeki. Terus saya melanjutkan sedikit pertanyaan, sebagai berikut : \"Iya memang bagus...,tapi kan ibadah haji itu hanya diwajibkan bagi yang mampu, termasuk memiliki kemampuan dalam biaya....\". Ia menjawab, \" Itulah sebabnya Pak. Mamang justru malu kalau bicara soal mampu atau tidak mampu ini. Karena definisi mampu bukan hak Pak RT atau Pak RW, bukan hak Pak Camat ataupun MUI. Definisi \"mampu\" adalah sebuah definisi dimana kita diberi kebebasan untuk mendefinisikannya sendiri. Kalau kita mendefinisikan diri sendiri sebagai orang tidak mampu, maka mungkin selamanya kita akan menjadi manusia tidak mampu. Sebaliknya kalau kita mendefinisikan diri sendiri, \"mampu\", maka Insya Allah dengan segala kekuasaan dan kewenangannya Allah akan memberi kemampuan pada kita\". \"Masya Allah..., sebuah jawaban elegan dari seorang tukang bakso\". Jika anda ingin beli berbagai produk kecantikan & kesehatan seperti baju pelangsing dengan harga murah dan terpercaya? Beli aja di sini!

Ayo Like juga Fanspage kami >>> Elumor



Tidak ada kemampuan berhemat yang bisa menyelamatkan pendapatan kecil yang bersandingan dengan kewajiban yang besar. Maka, Hemat bukan pangkal kaya. Kalau mau kaya, harus banyak menghasilkan, baru kemudian berhemat. Memang tidak mudah, tapi jika kita mulai dari mensyukuri yang ada, kemudian memikirkan jalan memperbaiki rezeki, mudah-mudahan Tuhan membukakan pintu pikiran dan mentenagai kita untuk mengunduh rezeki baik dan lancar yang sudah lama menjadi doa dan harapan kita. Aamiin

Anda bisa beli berbagai produk kecantikan dan kesehatan dengan harga grosir termurah dan terpercaya di sini. Like aja Fanspage kami di >>> Elumor


Monday, February 23, 2015

Jual Grosir Ecer Harga Termurah | :: Bubur Ketan Hitam :: Bahan 200 gr beras ketan hitam 2 ltr air 100 gr gula pasir 2 lbr daun pandan Saus santan : 250 ml santan kental ¼ sdt aram Cara membuat * Cuci bersih beras ketan hitam, rendam semalaman (6 jam). * Masak beras ketan dan air hingga mendidih meletupletup dan menjadi bubur * Masukkan gula pasir dan daun pandan, masak hingga bubur kental. Angkat. * Masak bahan saus sambil diaduk-aduk hingga mendidih. Angkat. * Sajikan bubur ketan hitam bersama sausnya. Please Like and Share!!!



:: Bubur Ketan Hitam :: Bahan 200 gr beras ketan hitam 2 ltr air 100 gr gula pasir 2 lbr daun pandan Saus santan : 250 ml santan kental ¼ sdt aram Cara membuat * Cuci bersih beras ketan hitam, rendam semalaman (6 jam). * Masak beras ketan dan air hingga mendidih meletupletup dan menjadi bubur * Masukkan gula pasir dan daun pandan, masak hingga bubur kental. Angkat. * Masak bahan saus sambil diaduk-aduk hingga mendidih. Angkat. * Sajikan bubur ketan hitam bersama sausnya. Please Like and Share!!! Jika anda ingin beli berbagai produk kecantikan & kesehatan seperti baju pelangsing dengan harga murah dan terpercaya? Beli aja di sini!

Ayo Like juga Fanspage kami >>> Elumor



Sunday, February 22, 2015

Jual Grosir Ecer Harga Termurah | :: Jangan Tiup Makanan Panas, Ini Penjelasan Ilmiahnya :: Pernyataan mengenai bahaya meniup makanan panas sudah mulai banyak dibahas setelah banyak yang tahu ada hadist Nabi yang melarang untuk meniup makanan ataupun minuman panas yang ada dalam wadah. Nah, supaya kita semakin jelas dan semakin bisa menghubungkan apa fakta ilmiah dibalik hadist Nabi tersebut kumpulan misteri akan membahasnya hingga tuntas. Sebuah hadist riwayat Tirmidzi yang dibenarkan oleh Al-albani mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW melarang untuk bernafas di atas wadah air atau meniupnya. Semakin berkembanganya teknologi sains akhirnya sedikit demi sedikit mulai terkuak mengapa Nabi melarang umatnya untuk meniup makanan panas, berikut 3 penjelasan ilmiahnya. Asam Karbonat Penyebab larangan meniup makanan yang pertama ini sangat berhubungan erat dengan sebuah zat kimia yang disebut asam karbonat. Asam karbonat atau H2C03 adalah senyawa kimia yang sebenarnya sudah ada didalam tubuh kita dimana berfungsi untuk mengatur kadar keasaman darah. Semakin tinggi kandungan asam karbonat dalam darah maka akan semakin asam darah. Pada normalnya darah memiliki batasan kadar keasaman atau Ph yakni 7,35 sampai 7,45. Jika kadar keasaman ini lebih tinggi dari ph normal maka tubuh dapat berada dalam kondisi asidosis. Kondisi asidosis sendiri cukup berbahaya bagi tubuh yang dapat menyebabkan gangguan jantungan ditandai dengan napas menjadi lebih cepat, sesak, pusing karena tubuh berusaha menyeimbangkan kadar ph darah. Nah, lalu apa hubungannya dengan meniup makanan panas? Penjelasannya adalah apabila seseorang bernafas atau meniupkan nafasnya maka dia akan mengeluarkan senyawa kimia C02 atau karbondioksida. Karbondioksida ini pada dasarnya tidak boleh bersentuhan dengan air, karena jika bersentuhan dengan air yang memiliki susunan kimia H20 akan membentuk senyawa asam karbonat yang berbahaya bagi tubuh. Meskipun banyak yang mengatakan bahwa asam karbonat yang dihasilkan dari hasil tiupan terhadap makanan dan minuman memiliki pengaruh yang sangat kecil pada kesehatan tubuh, bukankah lebih baik kalau kita berusaha menghindarinya? Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati bukan? H. Pylori Bakteri H. Pylori juga memegang peranan penting pada pernyataan bahayanya meniup makanan atau minuman yang masih panas. Bakteri H. Pylori adalah bakteri yang menyebabkan gangguan lambung mulai dari luka kecil hingga membesar menjadi tukak lambung. Yang mengerikan lagi, bakteri ini dapat dengan mudah menyebar melalui pernafasan. Tentu gangguan lambung adalah penyakit yang sosialis, siapapun bisa terjangkit. Akan sangat bahaya sekali jika seseorang yang memiliki gangguan lambung atau secara tak sadar memiliki gangguan lambung meniup makanan atau minuman yang akan disajikan pada tamu atau pada anaknya. Bakteri itu nantinya akan berpindah dan mengontaminasi makanan atau minuman tersebut dan akhirnya masuk pada tubuh orang lain. Mikroorganisme Pernafasan adalah salah satu jalan keluar bagi mikroorganisme, virus dan bakteri untuk menyebar dan menularkan pada manusia lainnya. Tak hanya asam karbonat dan bakter H. Pylori saja yang bisa menular dan menyebar dengan tiupan, tetapi jenis bakteri dan virus lainnya juga bisa menyebar. Sebut saja virus TBC, virus berbahaya yang terkadang tak disadari oleh seseorang yang mengidapnya yang akan dengan mudah menular melalaui droplet dan pernafasan yang intens. Sedangkan makanan atau minuman adalah sesuatu yang jelas akan masuk kedalam tubuh kita, diserap apa saja yang terkandung didalamnya termasuk nutrisi dan bakteri yang terkandung didalamnya. Kotoran Kotoran disini diartikan kotoran yang berada di mulut. Mulut adalah tempat kita menghaluskan semua makanan yang juga dicampur dengan berbagai enzim untuk membantu menghancurkan makanan. Makanan yang hancur tak seluruhnya akan masuk kedalam lambung, pastinya ada sisa makanan yang terselip disela-sela gigi atau menempel di dinding-dinding mulut. Tentunya hal itu berhubungan dengan adab menyajikan makanan pada tamu atau orang lain yang sangat tidak sopan jika kita meniupnya. Belum lagi bakteri yang dengan mudah berpindah dari mulut kita kedalam makanan hanya karena tiupan kita. Dari penjelasan diatas tentunya sudah jelas mengapa meniup makanan atau minuman yang panas sangat tidak dianjurkan. Yang cukup dikhawatirkan adalah jika makanan atau minuman yang ditiup itu diperuntukan bukan untuk orang dewasa yang notabene sudah memiliki kekebalan tubuh maksimal. Melainkan diberikan kepada bayi atau balita yang dimaksudkan karena si bayi tidak bisa meniup makanannya sendiri. Bayi dan balita masih berada dalam usia yang rentan terkena penyakit. Sedikit saja ada kontaminasi asam karbonat atau bakteri lain pasti langsung direspon tubuh dengan gejala-gejala tak normal seperti diare, demam, muntah atau yang lain sebagainya. Lepas dari itu semua memang sebenarnya manusia hidup dikodratkan untuk sabar dan menikmati kenikmatan yang ada bukan dengan terburu-buru. Dengan begitu kita akan lebih bisa menryukuri kenikmatan yang diberikan Tuhan kepada kita. Please Like n Share !!!



:: Jangan Tiup Makanan Panas, Ini Penjelasan Ilmiahnya :: Pernyataan mengenai bahaya meniup makanan panas sudah mulai banyak dibahas setelah banyak yang tahu ada hadist Nabi yang melarang untuk meniup makanan ataupun minuman panas yang ada dalam wadah. Nah, supaya kita semakin jelas dan semakin bisa menghubungkan apa fakta ilmiah dibalik hadist Nabi tersebut kumpulan misteri akan membahasnya hingga tuntas. Sebuah hadist riwayat Tirmidzi yang dibenarkan oleh Al-albani mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW melarang untuk bernafas di atas wadah air atau meniupnya. Semakin berkembanganya teknologi sains akhirnya sedikit demi sedikit mulai terkuak mengapa Nabi melarang umatnya untuk meniup makanan panas, berikut 3 penjelasan ilmiahnya. Asam Karbonat Penyebab larangan meniup makanan yang pertama ini sangat berhubungan erat dengan sebuah zat kimia yang disebut asam karbonat. Asam karbonat atau H2C03 adalah senyawa kimia yang sebenarnya sudah ada didalam tubuh kita dimana berfungsi untuk mengatur kadar keasaman darah. Semakin tinggi kandungan asam karbonat dalam darah maka akan semakin asam darah. Pada normalnya darah memiliki batasan kadar keasaman atau Ph yakni 7,35 sampai 7,45. Jika kadar keasaman ini lebih tinggi dari ph normal maka tubuh dapat berada dalam kondisi asidosis. Kondisi asidosis sendiri cukup berbahaya bagi tubuh yang dapat menyebabkan gangguan jantungan ditandai dengan napas menjadi lebih cepat, sesak, pusing karena tubuh berusaha menyeimbangkan kadar ph darah. Nah, lalu apa hubungannya dengan meniup makanan panas? Penjelasannya adalah apabila seseorang bernafas atau meniupkan nafasnya maka dia akan mengeluarkan senyawa kimia C02 atau karbondioksida. Karbondioksida ini pada dasarnya tidak boleh bersentuhan dengan air, karena jika bersentuhan dengan air yang memiliki susunan kimia H20 akan membentuk senyawa asam karbonat yang berbahaya bagi tubuh. Meskipun banyak yang mengatakan bahwa asam karbonat yang dihasilkan dari hasil tiupan terhadap makanan dan minuman memiliki pengaruh yang sangat kecil pada kesehatan tubuh, bukankah lebih baik kalau kita berusaha menghindarinya? Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati bukan? H. Pylori Bakteri H. Pylori juga memegang peranan penting pada pernyataan bahayanya meniup makanan atau minuman yang masih panas. Bakteri H. Pylori adalah bakteri yang menyebabkan gangguan lambung mulai dari luka kecil hingga membesar menjadi tukak lambung. Yang mengerikan lagi, bakteri ini dapat dengan mudah menyebar melalui pernafasan. Tentu gangguan lambung adalah penyakit yang sosialis, siapapun bisa terjangkit. Akan sangat bahaya sekali jika seseorang yang memiliki gangguan lambung atau secara tak sadar memiliki gangguan lambung meniup makanan atau minuman yang akan disajikan pada tamu atau pada anaknya. Bakteri itu nantinya akan berpindah dan mengontaminasi makanan atau minuman tersebut dan akhirnya masuk pada tubuh orang lain. Mikroorganisme Pernafasan adalah salah satu jalan keluar bagi mikroorganisme, virus dan bakteri untuk menyebar dan menularkan pada manusia lainnya. Tak hanya asam karbonat dan bakter H. Pylori saja yang bisa menular dan menyebar dengan tiupan, tetapi jenis bakteri dan virus lainnya juga bisa menyebar. Sebut saja virus TBC, virus berbahaya yang terkadang tak disadari oleh seseorang yang mengidapnya yang akan dengan mudah menular melalaui droplet dan pernafasan yang intens. Sedangkan makanan atau minuman adalah sesuatu yang jelas akan masuk kedalam tubuh kita, diserap apa saja yang terkandung didalamnya termasuk nutrisi dan bakteri yang terkandung didalamnya. Kotoran Kotoran disini diartikan kotoran yang berada di mulut. Mulut adalah tempat kita menghaluskan semua makanan yang juga dicampur dengan berbagai enzim untuk membantu menghancurkan makanan. Makanan yang hancur tak seluruhnya akan masuk kedalam lambung, pastinya ada sisa makanan yang terselip disela-sela gigi atau menempel di dinding-dinding mulut. Tentunya hal itu berhubungan dengan adab menyajikan makanan pada tamu atau orang lain yang sangat tidak sopan jika kita meniupnya. Belum lagi bakteri yang dengan mudah berpindah dari mulut kita kedalam makanan hanya karena tiupan kita. Dari penjelasan diatas tentunya sudah jelas mengapa meniup makanan atau minuman yang panas sangat tidak dianjurkan. Yang cukup dikhawatirkan adalah jika makanan atau minuman yang ditiup itu diperuntukan bukan untuk orang dewasa yang notabene sudah memiliki kekebalan tubuh maksimal. Melainkan diberikan kepada bayi atau balita yang dimaksudkan karena si bayi tidak bisa meniup makanannya sendiri. Bayi dan balita masih berada dalam usia yang rentan terkena penyakit. Sedikit saja ada kontaminasi asam karbonat atau bakteri lain pasti langsung direspon tubuh dengan gejala-gejala tak normal seperti diare, demam, muntah atau yang lain sebagainya. Lepas dari itu semua memang sebenarnya manusia hidup dikodratkan untuk sabar dan menikmati kenikmatan yang ada bukan dengan terburu-buru. Dengan begitu kita akan lebih bisa menryukuri kenikmatan yang diberikan Tuhan kepada kita. Please Like n Share !!! Jika anda ingin beli berbagai produk kecantikan & kesehatan seperti baju pelangsing dengan harga murah dan terpercaya? Beli aja di sini!

Ayo Like juga Fanspage kami >>> Elumor



Kemudahan tidak bisa dicapai tanpa kesungguhan. Orang yang maunya hanya yang gampang-gampang, hidupnya justru sulit. Orang yang hidupnya baik - adalah selalu orang yang rajin, yang tekun, yang meneruskan walau pun sempat gagal, yang tetap menegapkan diri saat bersedih, dan meramahkan diri saat sebetulnya kecewa dan marah. Yang bersungguh-sungguh yang dapat.

Anda bisa beli berbagai produk kecantikan dan kesehatan dengan harga grosir termurah dan terpercaya di sini. Like aja Fanspage kami di >>> Elumor


Saturday, February 21, 2015

Jual Grosir Ecer Harga Termurah | :: Apple Strudel Renyah :: Bahan Kulit: 150 gram tepung terigu protein tinggi 60 ml air 15 ml olive oil 1/2 sendok teh garam 1 sendok teh gula pasir halus 1 butir telur Bahan Isi: 600 gram apel malang, kupas, potong kotak kecil 30 gram kismis 50 gram biskuit putih, haluskan 30 gram gula pasir Bahan Olesan: 1 sendok makan margarin, lelehkan 2 sendok teh olive oil Bahan Taburan: 1 sendok makan gula tepung Cara membuat: 1. Kulit, campur tepung terigu, air, olive oil, garam, gula pasir, dan telur. Kocok dengan mixer spiral sampai elastis. Bungkus plastik. Simpan dalam kulkas 1 jam. 2. Isi, campur apel, kismis, biskuit, gula pasir, dan kayumanis bubuk. Aduk rata. 3. Giling adonan kulit sampai dengan ukuran 40x40 cm. Oleskan olive oil. Tuang isi di satu sisi kulitnya. Gulung. 4. Letakkan dalam loyang yang dioles margarin. Oleskan olive oil. Oven dengan api bawah suhu 180 derajat celcius 35 menit sampai matang. 5. Sajikan apple strudel setelah ditabur gula tepung. 6. Untuk 20 potong Please Like n Share !!!



:: Apple Strudel Renyah :: Bahan Kulit: 150 gram tepung terigu protein tinggi 60 ml air 15 ml olive oil 1/2 sendok teh garam 1 sendok teh gula pasir halus 1 butir telur Bahan Isi: 600 gram apel malang, kupas, potong kotak kecil 30 gram kismis 50 gram biskuit putih, haluskan 30 gram gula pasir Bahan Olesan: 1 sendok makan margarin, lelehkan 2 sendok teh olive oil Bahan Taburan: 1 sendok makan gula tepung Cara membuat: 1. Kulit, campur tepung terigu, air, olive oil, garam, gula pasir, dan telur. Kocok dengan mixer spiral sampai elastis. Bungkus plastik. Simpan dalam kulkas 1 jam. 2. Isi, campur apel, kismis, biskuit, gula pasir, dan kayumanis bubuk. Aduk rata. 3. Giling adonan kulit sampai dengan ukuran 40x40 cm. Oleskan olive oil. Tuang isi di satu sisi kulitnya. Gulung. 4. Letakkan dalam loyang yang dioles margarin. Oleskan olive oil. Oven dengan api bawah suhu 180 derajat celcius 35 menit sampai matang. 5. Sajikan apple strudel setelah ditabur gula tepung. 6. Untuk 20 potong Please Like n Share !!! Jika anda ingin beli berbagai produk kecantikan & kesehatan seperti baju pelangsing dengan harga murah dan terpercaya? Beli aja di sini!

Ayo Like juga Fanspage kami >>> Elumor