Thursday, October 29, 2015

Jual Grosir Ecer Harga Termurah | :: Istriku sayang, kamu harus tahu 3 hal tentang tubuhmu ini :: Istriku sayang, Belakangan ini aku lihat kamu kerap tertekan dan memaksa dirimu sendiri, demi tubuh yang –menurutmu- indah. Sebetulnya aku tidak terlalu mengerti, apa alasannya, sebab sejujurnya, dimataku kamu terlihat sempurna. Sebagai suamimu, kamu harus tahu apa isi pikiranku mengenai tubuhmu. 1. Kamu luar biasa menawan Menurutku, di mataku, kamu sangat cantik. Semoga kamu takkan pernah melupakannya. Kamu sangat menarik, dan aku ingin bersamamu selamanya. Mungkin aku tak selalu menyatakan isi pikiranku (Ya, sebab aku laki-laki), namun aku selalu meyakinkan diriku betapa menakjubkannya kamu dan betapa beruntungnya aku menjadi suamimu. Mungkin kadang kamu menganggap aku punya banyak keinginan dan harapan yang di atas rata-rata kepadamu, tapi coba lihat lagi lebih dekat dan jelas. Sebab sejujurnya, aku selalu menginginkanmu dan dirimu apa adanya. Iya, kamu sebegitu menariknya di mataku. 2. Aku sayang kamu, apa adanya Sayang, aku sangat menghargai caramu merawat diri dan berusaha untuk selalu terlihat cantik. Karena itulah aku jadi tahu bahwa kamu mencintaiku, dan memikirkan hal itu selalu membuatku menginginkanmu. Aku sangat bangga memilikimu disisiku dan selalu merasa bahagia dengan kencan-kencan kita. Tapi ada hal penting yang kamu harus tahu, aku mencintaimu apa adanya. Melihat tren dunia kecantikan kini, sudah tak aneh melihat para wanita bisa memperlihatkan setiap sudut tubuhnya. Sayangnya, gambaran dari kecantikan kini pun sudah berubah menjadi semakin tak realistis. Dan tekanan untuk menjadi cantik versi tren kini pun ada di mana-mana; majalah, iklan, televisi, internet, dan lain-lain. Kamu, seperti juga banyak wanita di dunia, telah dibombardir oleh tekanan-tekanan tersebut. Kamu seolah harus mengukur diri sendiri apakah sudah terlihat cantik seperti para trend setter yang "dijual" oleh media. Aku tahu kamu merasakan tekanan itu. Sebab aku kerap melihatmu menatap bayangan di cermin, nampak tersiksa saat mengalami kenaikan berat badan atau menemukan kerut di wajah. Ya mungkin aku takkan bisa sepenuhnya memecahkan masalah ini untukmu, namun setidaknya coba camkan dalam pikiranmu bahwa aku, suamimu, menyayangimu apa adanya. Aku adalah orang yang paling beruntung karena telah dipilih menjadi rekan berbagi segalanya denganmu, maka, dengar ya, kamu itu sangat cantik luar dalam. Rasa cinta aku tak bergantung pada penampilanmu, dan kamulah satu-satunya manusia yang aku inginkan untuk tua bersamaku. Lengkap dengan keriput dan apapun itu yang ada di dirimu. 3. Senyummu menyinari seluruh ruangan Oke, kini kita sudah menikah untuk beberapa waktu, dan aku sangat senang memilikimu dalam pelukanmu untuk berbagi segala keintiman denganmu. Tapi ingat ya, jauh sebelum aku bisa melihat "seluruh dirimu", yang kulihat hanyalah senyumanmu dari jarak yang jauh, di seberang ruangan. Dan hal itulah yang membuatku tertarik. Ketertarikan itu pastinya telah tumbuh seiring dengan waktu, menjadi begitu banyak rasa lainnya dalam hatiku, tapi segalanya yang kini kurasakan dimulai dari senyum termanis dan kilau jernih matamu. Seyummu itu menular, dan menyinari seluruh ruangan. Persis seperti kini dirimu, menyinari hidupku. Saat hari buruk menimpaku, tak ada yang bisa membuatku bangkit dan kembali bersemangat selain melihat senyuman dan mendengar tawa gembiramu. Sikap optimis dan kepribadianmu yang menyenangkan juga penuh semangat itulah yang selalu membuatku tertarik. Sayang, kamu tak perlu merasa wajib untuk selalu mengikuti tren dan berolahraga mati-matian demi penampilan terkini agar tidak kehilangan perhatianku. Yang harus kamu lakukan hanya satu; tersenyum. Jadi, istriku sayang, tubuhmu tak perlu ikut tenggelam dalam tekanan kehidupan. Meski aku tak bisa selalu mengekspresikan isi hatiku, kuharap kamu tahu bahwa aku selalu merasa kamu cantik. Terima kasih ya karena telah menjadi segalanya untukku. Ingatlah selalu, AKU SAYANG KAMU. Please Like and Share !!


:: Istriku sayang, kamu harus tahu 3 hal tentang tubuhmu ini :: Istriku sayang, Belakangan ini aku lihat kamu kerap tertekan dan memaksa dirimu sendiri, demi tubuh yang –menurutmu- indah. Sebetulnya aku tidak terlalu mengerti, apa alasannya, sebab sejujurnya, dimataku kamu terlihat sempurna. Sebagai suamimu, kamu harus tahu apa isi pikiranku mengenai tubuhmu. 1. Kamu luar biasa menawan Menurutku, di mataku, kamu sangat cantik. Semoga kamu takkan pernah melupakannya. Kamu sangat menarik, dan aku ingin bersamamu selamanya. Mungkin aku tak selalu menyatakan isi pikiranku (Ya, sebab aku laki-laki), namun aku selalu meyakinkan diriku betapa menakjubkannya kamu dan betapa beruntungnya aku menjadi suamimu. Mungkin kadang kamu menganggap aku punya banyak keinginan dan harapan yang di atas rata-rata kepadamu, tapi coba lihat lagi lebih dekat dan jelas. Sebab sejujurnya, aku selalu menginginkanmu dan dirimu apa adanya. Iya, kamu sebegitu menariknya di mataku. 2. Aku sayang kamu, apa adanya Sayang, aku sangat menghargai caramu merawat diri dan berusaha untuk selalu terlihat cantik. Karena itulah aku jadi tahu bahwa kamu mencintaiku, dan memikirkan hal itu selalu membuatku menginginkanmu. Aku sangat bangga memilikimu disisiku dan selalu merasa bahagia dengan kencan-kencan kita. Tapi ada hal penting yang kamu harus tahu, aku mencintaimu apa adanya. Melihat tren dunia kecantikan kini, sudah tak aneh melihat para wanita bisa memperlihatkan setiap sudut tubuhnya. Sayangnya, gambaran dari kecantikan kini pun sudah berubah menjadi semakin tak realistis. Dan tekanan untuk menjadi cantik versi tren kini pun ada di mana-mana; majalah, iklan, televisi, internet, dan lain-lain. Kamu, seperti juga banyak wanita di dunia, telah dibombardir oleh tekanan-tekanan tersebut. Kamu seolah harus mengukur diri sendiri apakah sudah terlihat cantik seperti para trend setter yang "dijual" oleh media. Aku tahu kamu merasakan tekanan itu. Sebab aku kerap melihatmu menatap bayangan di cermin, nampak tersiksa saat mengalami kenaikan berat badan atau menemukan kerut di wajah. Ya mungkin aku takkan bisa sepenuhnya memecahkan masalah ini untukmu, namun setidaknya coba camkan dalam pikiranmu bahwa aku, suamimu, menyayangimu apa adanya. Aku adalah orang yang paling beruntung karena telah dipilih menjadi rekan berbagi segalanya denganmu, maka, dengar ya, kamu itu sangat cantik luar dalam. Rasa cinta aku tak bergantung pada penampilanmu, dan kamulah satu-satunya manusia yang aku inginkan untuk tua bersamaku. Lengkap dengan keriput dan apapun itu yang ada di dirimu. 3. Senyummu menyinari seluruh ruangan Oke, kini kita sudah menikah untuk beberapa waktu, dan aku sangat senang memilikimu dalam pelukanmu untuk berbagi segala keintiman denganmu. Tapi ingat ya, jauh sebelum aku bisa melihat "seluruh dirimu", yang kulihat hanyalah senyumanmu dari jarak yang jauh, di seberang ruangan. Dan hal itulah yang membuatku tertarik. Ketertarikan itu pastinya telah tumbuh seiring dengan waktu, menjadi begitu banyak rasa lainnya dalam hatiku, tapi segalanya yang kini kurasakan dimulai dari senyum termanis dan kilau jernih matamu. Seyummu itu menular, dan menyinari seluruh ruangan. Persis seperti kini dirimu, menyinari hidupku. Saat hari buruk menimpaku, tak ada yang bisa membuatku bangkit dan kembali bersemangat selain melihat senyuman dan mendengar tawa gembiramu. Sikap optimis dan kepribadianmu yang menyenangkan juga penuh semangat itulah yang selalu membuatku tertarik. Sayang, kamu tak perlu merasa wajib untuk selalu mengikuti tren dan berolahraga mati-matian demi penampilan terkini agar tidak kehilangan perhatianku. Yang harus kamu lakukan hanya satu; tersenyum. Jadi, istriku sayang, tubuhmu tak perlu ikut tenggelam dalam tekanan kehidupan. Meski aku tak bisa selalu mengekspresikan isi hatiku, kuharap kamu tahu bahwa aku selalu merasa kamu cantik. Terima kasih ya karena telah menjadi segalanya untukku. Ingatlah selalu, AKU SAYANG KAMU. Please Like and Share !! Jika anda ingin beli berbagai produk kecantikan & kesehatan seperti baju pelangsing dengan harga murah dan terpercaya? Beli aja di sini!

Ayo Like juga Fanspage kami >>> Elumor

No comments:

Post a Comment